Banyak orang menganggap abu vulkanik sama seperti debu biasa sehingga mengabaikannya. Padahal, partikel abu yang sangat kecil ini dapat terhirup dan masuk ke saluran pernapasan, serta mengenai mata dan kulit.
Paparannya dapat menimbulkan berbagai keluhan kesehatan, terutama pada orang dengan penyakit pernapasan seperti asma atau bronkitis, serta kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Ukuran abu vulkanik yang sangat kecil membuatnya mudah terhirup dan masuk ke saluran pernapasan. Abu juga dapat mengenai mata dan kulit. Dampaknya dapat berbeda-beda, tergantung pada banyaknya abu di udara, lama paparan, serta kondisi kesehatan seseorang.
Berikut beberapa bahaya abu vulkanik bagi kesehatan:
Abu vulkanik yang terhirup dapat mengiritasi saluran pernapasan dan menyebabkan batuk, tenggorokan terasa mengganjal, pilek, atau sesak napas. Keluhan ini bisa menjadi lebih berat pada penderita asma, bronkitis, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), serta anak-anak dan lansia.
Abu vulkanik yang mengenai mata dapat menyebabkan mata merah, perih, berair, atau terasa seperti ada pasir di mata. Jika mata kemasukan abu vulkanik, hindari menggosok mata karena dapat memperparah iritasi. Segera bilas mata dengan air bersih untuk membantu mengeluarkan abu yang masuk.
Abu vulkanik yang menempel pada kulit dapat menimbulkan gatal, kemerahan, atau rasa tidak nyaman. Keluhan ini lebih mudah muncul pada orang yang memiliki kulit sensitif. Setelah beraktivitas di luar ruangan, bersihkan kulit dengan air dan sabun agar abu tidak menempel.
Paparan abu vulkanik dapat memperparah gejala pada penderita penyakit pernapasan seperti asma dan PPOK. Orang dengan penyakit jantung juga perlu lebih waspada, karena gangguan pernapasan akibat paparan abu dapat memberikan beban tambahan pada tubuh dan memperparah kondisi.
Abu vulkanik yang masuk ke makanan atau minuman dan ikut tertelan bisa menimbulkan masalah pencernaan, seperti mual atau sakit perut. Untuk mencegahnya, selalu pastikan makanan dan minuman tertutup rapat selama terjadi hujan abu.
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan abu vulkanik, antara lain:
Segera periksakan diri ke dokter jika setelah terpapar abu vulkanik Anda mengalami:
Paparan abu vulkanik sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika Anda memiliki penyakit pernapasan atau termasuk kelompok yang lebih rentan. Gunakan perlindungan yang sesuai dan batasi aktivitas di luar rumah selama hujan abu.